Home » News » Nasional
Upaya RI Usut Kasus Penjualan Organ TKI Tak Jelas
Rabu, 25 April 2012 - 16:22 wib
Tegar Arief Fadly - Okezone
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) enlarge this imageJAKARTA - Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah geram lantaran pemerintah tak kunjung menunjukan langkah tegas menyikapi kasus tewasnya tiga WNI di Malaysia. Selain kematian yang tidak wajar, juga muncul dugaan telah terjadi tindakan penjualan organ tubuh secara ilegal.
"Migrant Care melihat ketidakseriusan langkah yang diambil, sudah tiga hari tidak ada kemajuan yang baik. Kami menuntut pengusutan extra judicial killing melalui mekanisme hukum di Malaysia dan mekanisme internasional," jelasnya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (25/04/2012).
Selain itu, Migrant Care juga menuntut agar pemerintah segera melakukan pengusutan terhadap jaringan sindikat penjualan organ tubuh manusia, serta mengevaluasi kinerja dari Kedutaan Besar Indonesia yang berada di Malaysia.
"Pengusutan dugaan sindikat penjualan organ tubuh melalui pembuktian medis atau autopsi. Evaluasi atas keteledoran, pembiaran dan kelambatan kinerja KBRI Kuala Lumpur dalam penanganan kasus tiga TKI yang melakukan pembiaran," imbuhnya.
Lebih lanjut Anis juga berharap agar pemerintah mampu mengupayakan proses komunikasi dengan Pemerintah Malaysia agar bersedia untuk membuka akses seluas-luasnya dalam pengusutan kasus ini.
"Kita mengingatkan kembali pada pemerintah, jangan seperti hangat-hangat tai kucing. Pemerintah Malaysia harus membuka akses seluas-luasnya dan secara resmi memanggil yang terlibat (polisi dan RS)," pungkasnya.
Seperti diketahui, Muhammad Isha dikabarkan tewas bunuh diri pada Jumat 25 November 2011 di Kuala Lumpur, Malaysia, tempatnya bekerja. Kematian pria yang bekerja sebagai buruh kontrak di perkebunan durian itu disampaikan oleh majikan korban kepada keluarga.
Jenazah korban tiba di Bandara Polonia Medan pada Sabtu, 26 November 2011. Saat dimandikan ulang oleh keluarga, terlihat ada keganjilan di tubuh Isha. Salah satunya di bagian depan terlihat ada bekas jahitan. Bahkan di bagian kornea mata terlihat sudah membiru. Sehingga keluarga menduga Isha jadi korban penjualan organ manusia.
Untuk kepentingan Kepolisian OK Alamsyah, keluarga korban, menyatakan kesedian keluarga untuk dilakukan autopsi ulang dengan cara melakukan pembongkaran makam Isha.
Selain itu keluarga dari tiga Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur juga menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh karena adanya jahitan pada kedua mata, dada, dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.
Tiga TKI yang tewas dalam penembakan itu, Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Herman (34) serta Abdul Kadir Jaelani (25). Herman dan Jaelani keduanya adalah paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
(ful)
Berita Terkait: TKI Tewas
- TKI Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal di Malaysia
- TKI Asal Malang Tewas Misterius di Malaysia
- Keluarga Histeris Sambut Kedatangan Jenazah Ahmad
- WNI Tewas Ditembak di Malaysia, Sri Yakin Suaminya Bukan Perampok
- APJATI Desak Kebijakan Moratorium TKI Dievaluasi
more...
Berita Lainnya:
- Demonstran Lempari Tomat & Telur Busuk ke Kantor Jero Wacik (14:59)
- Besok Kemenag Akan Umumkan Calon Haji yang Gagal Berangkat (12:11)
- Ini Kronologi Bentrokan di Kendari Versi Polri (10:05)
- Ini Opsi yang Ditawarkan Indonesia ke Pemerintah Arab Saudi (08:47)
more...
Disclaimer and Terms of Service
- semua konten/isi yang direpost di blog ini, merupakan hak cipta masing-masing pemilik, silahkan kunjungi sumber aslinya..
kritik dan saran silahkan kirimkan ke dmca.indah.web.id@gmail.com


