Home » News » Nasional
"TKI Kepanjangannya Terus-terusan Korban Intimidasi"
Sabtu, 28 April 2012 - 13:17 wib
Susi Fatimah - Okezone
Demontrasi Tolak Kekerasan terhadap TKI enlarge this imageJAKARTA - Pemerintah diminta untuk agresif dalam menangani kasus tewasnya tiga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) di Malaysia beberapa waktu lalu.
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh anggota Komisi I DPR dari fraksi Golkar, Poempida Hidayatulloh dalam sebuah diskusi Sindo Radio bertajuk 'Mengurus TKI Setengah Hati' di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (28/4/2012).
"Harapan pemerintah lebih agresif dan berani untuk tangani ini. Karena ini tanggungjawab pemerintah. Kami di DPR juga tidak tinggal diam. Ini semua untuk kebaikan," ujarnya.
Menurutnya, sikap ragu-ragu dalam menangani persoalan TKI tidak membuat bangsa ini lebih baik. Sesekali Malaysia perlu digertak untuk tak terus menerus 'mempermainkan' TKI.
"Malaysia ini kalau perlu digertak jangan hanya gertak sambal. Bangsa ini lebih besar dari Malaysia. Jutaan orang ke Malaysia, saya rasa kalau tidak ada TKi ekonomi mereka juga lemah. Walaupun kita juga tidak boleh merendahkan bangsa lain," katanya.
"TKI kepanjangan dari Terus-terusaan Korban Intimidasi," ujar dia.
Sementara, Staf Khusus Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dita Indah Sari menegaskan bahwa butuhnya pengawasan yang ketat terkait persiapan keberangkatan TKI. Hal itu guna meminimalisir terjadinya kasus-kasus yang tidak diinginkan. Salah satunya peran dari perangkat desa setempat.
"Camat, Kepala Desa, RT, RW harus berperan, tapi sekarang banyak juga yang berperan calo. Jadi pengawasan harus ketat. Mana lagi pola komunikasi yang harus diperbaiki. Dan yang penting menghimbau jangan berangkat sebelum siap," paparnya.
(sus)
Berita Terkait: Organ TKI Hilang
- TKI Asal Sumsel Diduga Jadi Korban Penjualan Organ di Malaysia
- Kasus Pencurian Organ TKI Ditangani Kepolisian Malaysia
- Polri Berangkat ke Malaysia Pekan Ini
- DPD Desak Pemerintah Kirim Nota Protes ke Malaysia
- KSPSI Minta Pemerintah Tegas Terkait 3 TKI Tertembak
more...
Berita Lainnya:
- Larang Polwan Berjilbab, SK Kapolri Melanggar Konstitusi (12:58)
- Hanya di Zaman SBY, BLSM Dapat Sejahterakan Masyarakat? (08:30)
- Kutoa Haji Dikurangi 20 Persen, Kemenag Lobi Pemerintah Arab Saudi (07:45)
- Jelang Kenaikan Harga BBM, 15 Provinsi Berstatus Rawan (18:41)
more...
Disclaimer and Terms of Service
- semua konten/isi yang direpost di blog ini, merupakan hak cipta masing-masing pemilik, silahkan kunjungi sumber aslinya..
kritik dan saran silahkan kirimkan ke dmca.indah.web.id@gmail.com


